Pambudi Nugroho on August 29th, 2010

Adalah sebuah kenyataan bahwa hidup itu teratur. Seekor lebah terbang dari bunga kebunga, makan dan menyerbukkan bunga sesuai dengan fungsinya, sebuah skema yang teratur. Evolusi yang terjadi sejak berjuta-juta tahun silam dengan indah telah mempertemukan lebah dan bunga, sehingga diantara keduanya tidak bisa dipisahkan, yang satu tidak bisa hidup tanpa yang lain. Mengapa demikian, apakah kita percaya bahwa hidup kita sendiri tidak bisa ditopang tanpa upaya?

Adalah sebuah kesalahan besar ketika kita menganggap diri sendiri sebagai korban. Tubuh kita adalah subyek kehidupan dan kematian. Kecelakaan tidak bisa dihindari. Malapetaka dan bencana terjadi disekitar kita, dikendalikan oleh kekuatan takdir yang aneh. Dan, gambaran berbagai peristiwa menyedihkan yang bisa terjadi pada diri anda dan saya mengakibatkan berbagai penderitaan sebanyak peristiwa itu sendiri. Read the rest of this entry »

Pambudi Nugroho on August 10th, 2010

Waktupun berbisik;
Hari berlalu
Pekan menghilang
Bulanpun usai tertawa

Adalah saat indah,
Ketika hati menjenguk nurani
Ada masa lalu berserakan.
Jejak langkah dipersimpangan jalan yg harus ditinggalkan.

Hari ini kita membaca apa yang ada disudut hati
Untuk esok menyemai kasih,
Selembut sayap kupu-kupu.
Diatas bumi, diatas sesama.

Selamat menunaikan ibadah puasa saudaraku….

Pambudi Nugroho

Pambudi Nugroho on March 26th, 2010

Sajak bebas ini ditulis oleh seorang sahabatku yang hampir 21 tahun lamanya tak pernah bertemu. Dirangkai dalam sebuah catatan di jejaring sosial Facebook.  Saya tahu lewat sajaknya ia ada bersama dengan kami, walau terpisah oleh waktu dan luasnya laut. Sajaknya ditujukan kepada para sahabat alumnus angkatan ’89 SMP 2 cimanggis yang akan mengadakan perjumpaan reuni dalam bulan kedepan ini. Read the rest of this entry »

Pambudi Nugroho on March 11th, 2010

Sabtu 06 maret 2010. Menjelang sore hari kamipun tiba di desa Buyut. Daerah dekat nelayan di Cirebon. Dipinggir jalan, ibu dan nenek ramai mengasap ikan kering. Read the rest of this entry »

Tags:

Pambudi Nugroho on February 15th, 2010

Rakyat, ternyata bukan pegawai. Juru kampanye kita menemukan kenyataan ini kemarin siang, dengan tenggorokan yang kering.

Disebuah lapangan yang berubah menjadi samudera wajah dan panji-panji, ia berdiri tegak dipodium sebagai pembicara terakhir. Langit terik. Udara 31 derajat. Samudera wajah yang berkeringat itu memperdengarkan suara gemerungsung. Read the rest of this entry »

Tags:

Pambudi Nugroho on February 2nd, 2010

Sore itu pukul 5 lebih. Sama seperti kemarin sore, saya menyisir pinggiran jalan menuju tempat dimana kendaraan parkir. Sengaja saya parkir ditempat lokasi bangunan yang bertahun-tahun tidak rampung. Dulunya akan di buat hotel. Tapi sejak krismon 1999, pembangunan gedung itu terhenti.  Mungkin kredit macet. Entahlah, yang jelas tempat aku parkir, bangunan itu meninggalkan kekokohannya walaupun setiap lantai basemen diselimuti lumut dan rumput. Bahkan pohon kecil pun tumbuh meruak diantara dinding beton yang angkuh. Read the rest of this entry »

Tags: