Rakyat, ternyata bukan pegawai. Juru kampanye kita menemukan kenyataan ini kemarin siang, dengan tenggorokan yang kering.

Disebuah lapangan yang berubah menjadi samudera wajah dan panji-panji, ia berdiri tegak dipodium sebagai pembicara terakhir. Langit terik. Udara 31 derajat. Samudera wajah yang berkeringat itu memperdengarkan suara gemerungsung. Tak sabar. Desauan itu makin keras. Akhirnya hiruk pikuk. Juru kampanye kita, dipodium tinggi itu, merasa tak dipedulikan.

“ Saudara-saudara…” ia mulai menawarkan suaranya ketujuh mikrofon yang berbaris didepannya. “ Mohon perhatian…..” more…

Sore itu pukul 5 lebih. Sama seperti kemarin sore, saya menyisir pinggiran jalan menuju tempat dimana kendaraan parkir. Sengaja saya parkir ditempat lokasi bangunan yang bertahun-tahun tidak rampung. Dulunya akan di buat hotel. Tapi sejak krismon 1999, pembangunan gedung itu terhenti.  Mungkin kredit macet. Entahlah, yang jelas tempat aku parkir, bangunan itu meninggalkan kekokohannya walaupun setiap lantai basemen diselimuti lumut dan rumput. Bahkan pohon kecil pun tumbuh meruak diantara dinding beton yang angkuh. more…

Disore nan cerah, langit amat biru diselimuti awan. Riuh rendah suara anak-anak kecil bermain mengisi hari di awal tahun baru.

Ketika aku tersenyum menatap anakku yang berumur 3.5 tahun bermain dengan teman sebayanya. Penuh keceriaan dan gairah.

Masih ingatkah kita ketika masih kecil ? waktu itu apapun permainannya, begitu menyenangkan. Meskipun adakalanya permainan itu mengecewakan, bahkan membuat kita menangis tersedu-sedu. Tapi setelah itu, dengan cepat mampu melupakannya, dan kembali “ bergairah” untuk memulai permainan yang lain. Dan mungkin saja, seluruh anak didunia mengalami hal yang sama. more…

Sepulang kerja, saya mampir kegramedia Margonda- Depok, untuk mencari buku tentang perkembangan sastra dan puisi. Niat itu batal, ketika saya melihat sebuah kaset DVD kartun dan membaca synopsis di belakang kaset tersebut. ” Ah…anak-anakku pasti suka film ini”…gumamku seraya menuju kepetugas kasir. more…

4551_1010159633776_1818548169_19880_5063023_s

Pacarku,

Tengok dan tataplah!

Adalah jalan belut diatas lumpur

Adalah jalan ular diatas cadas

Adalah jalan kapal ditengah laut

Adalah jalan cinta pria dengan wanita more…

Berjalan bersama waktu Dialam semesta ini ada sumberdaya yang tunggal tak tergantikan, namanya waktu. Dengan konsep waktu itu, maka bagi manusia yang waras, dia disadarkan pada kenyataan bahwa segala sesuatu tidak ada yang abadi, segala sesuatu berubah. Barang menjadi lapuk, umur menjadi tua, pagi digantikan malam dan malam digantikan pagi lagi. Dibawah matahari sesuatu perubahan terus menerus tidak berhenti. Seperti menjaring angin. more…