Pambudi Nugroho on March 11th, 2010

Sabtu 06 maret 2010. Menjelang sore hari kamipun tiba di desa Buyut. Daerah dekat nelayan di Cirebon. Dipinggir jalan, ibu dan nenek ramai mengasap ikan kering.

Continue reading about Pak Jait : Guru Rakyat Sejati

Pambudi Nugroho on February 15th, 2010

Rakyat, ternyata bukan pegawai. Juru kampanye kita menemukan kenyataan ini kemarin siang, dengan tenggorokan yang kering. Disebuah lapangan yang berubah menjadi samudera wajah dan panji-panji, ia berdiri tegak dipodium sebagai pembicara terakhir. Langit terik. Udara 31 derajat. Samudera wajah yang berkeringat itu memperdengarkan suara gemerungsung.

Continue reading about Elegi 100 hari

Pambudi Nugroho on February 2nd, 2010

Sore itu pukul 5 lebih. Sama seperti kemarin sore, saya menyisir pinggiran jalan menuju tempat dimana kendaraan parkir. Sengaja saya parkir ditempat lokasi bangunan yang bertahun-tahun tidak rampung. Dulunya akan di buat hotel. Tapi sejak krismon 1999, pembangunan gedung itu terhenti.  Mungkin kredit macet. Entahlah, yang jelas tempat aku parkir, bangunan itu meninggalkan kekokohannya walaupun [...]

Continue reading about Bersatulah Para Joki

Pambudi Nugroho on December 16th, 2009

Sepulang kerja, saya mampir kegramedia Margonda- Depok, untuk mencari buku tentang perkembangan sastra dan puisi. Niat itu batal, ketika saya melihat sebuah kaset DVD kartun dan membaca synopsis di belakang kaset tersebut. ” Ah…anak-anakku pasti suka film ini”…gumamku seraya menuju kepetugas kasir.

Continue reading about Ketika Katak Jatuh Cinta

Pambudi Nugroho on November 28th, 2009

Dialam semesta ini ada sumberdaya yang tunggal tak tergantikan, namanya waktu. Dengan konsep waktu itu, maka bagi manusia yang waras, dia disadarkan pada kenyataan bahwa segala sesuatu tidak ada yang abadi, segala sesuatu berubah. Barang menjadi lapuk, umur menjadi tua, pagi digantikan malam dan malam digantikan pagi lagi. Dibawah matahari sesuatu perubahan terus menerus tidak [...]

Continue reading about Awal Dari Nestapa

Pambudi Nugroho on October 16th, 2009

Hari ini, disebuah pohon milik tetanggaku, saya beruntung menyaksikan perjuangan sebuah kupu-kupu yang menggelepar dan meronta dalam kehimpitan. Rupanya apa yang terjadi? Dia berusaha keluar dari kepompong yang mengurung. Dan lihat, kupu-kupu itu dapat keluar dan mulai terbang seolah baru saja terbebas dari belenggu.

Continue reading about Dari Ratapan Menjadi Tarian