Rakyat, ternyata bukan pegawai. Juru kampanye kita menemukan kenyataan ini kemarin siang, dengan tenggorokan yang kering. Disebuah lapangan yang berubah menjadi samudera wajah dan panji-panji, ia berdiri tegak dipodium sebagai pembicara terakhir. Langit terik. Udara 31 derajat. Samudera wajah yang berkeringat itu memperdengarkan suara gemerungsung.
Dengan langkah tertatih-tatih sementara ujung kepala berdenyut dihajar teriknya matahari, lelaki itu memasuki sebuah perkampungan. Dari pakaian seragam yang dikenakannya, posisi bolpen di ujung saku, sekilas saja orang bisa menebak, sales dari sebuah produk. Misi perusahaan yang diembannya membuat ayunan kakinya semakin berat. Dia harus mengamati prospek ditempat yang didatanginya untuk memasarkan sepatu.
Suatu malam, selagi melangkah dijalanan daerah kumuh, dia mendengar wanita menangis minta tolong. Ia mendekat. Saat inilah ada wanita sekarat jatuh dalam pelukannya, dan peristiwa itu, mengubah jalan hidup seorang wanita, Bunda Theresa.
Adalah teman anda, sahabat kita, dua sahabat yang menjadi legenda, dua titipan Sang Pencipta. Sahabat kita yang pertama Mbah Surip, diakhir hayat adalah sosok tua yang berhasil menjadi ikon kejujuran bagi masyarakat. Tanpa sadar orang mengelu-elukan dia, bukan karena faktor lagunya semata atau penampilannya yang nyentrik. Masyarakat sebenarnya lebih tertarik pada penampilan mbah surip yang [...]
Anak-anakku memanggilnya dengan panggilan ; Mbak. perempuan janda beranak satu itu memang cukup akrab dengan kedua putra-putriku, walaupun belum 3 bulan ia bekerja dirumah kami. Ia memang kelihatan mahir dalam mengurusi rumah sampai menjaga dan merawat anak-anakku, ketika kami bekerja. Keakrabpan itu terlihat, ketika disore minggu lalu, ia meminta izin untuk menjenguk kakaknya yang sedang [...]


Diskusi