Pambudi Nugroho on February 15th, 2010

Rakyat, ternyata bukan pegawai. Juru kampanye kita menemukan kenyataan ini kemarin siang, dengan tenggorokan yang kering. Disebuah lapangan yang berubah menjadi samudera wajah dan panji-panji, ia berdiri tegak dipodium sebagai pembicara terakhir. Langit terik. Udara 31 derajat. Samudera wajah yang berkeringat itu memperdengarkan suara gemerungsung.

Continue reading about Elegi 100 hari

Pambudi Nugroho on November 19th, 2009

Dengan langkah tertatih-tatih sementara ujung kepala berdenyut dihajar teriknya matahari, lelaki itu memasuki sebuah perkampungan. Dari pakaian seragam yang dikenakannya, posisi bolpen di ujung saku, sekilas saja orang bisa menebak, sales dari sebuah produk. Misi perusahaan yang diembannya membuat ayunan kakinya semakin berat. Dia harus mengamati prospek ditempat yang didatanginya untuk memasarkan sepatu.

Continue reading about Ketika Sebutir Telur Dimulut

Pambudi Nugroho on November 6th, 2009

Suatu malam, selagi melangkah dijalanan daerah kumuh, dia mendengar wanita menangis minta tolong. Ia mendekat. Saat inilah ada wanita sekarat jatuh dalam pelukannya, dan peristiwa itu, mengubah jalan hidup seorang wanita, Bunda Theresa.

Continue reading about Bunda Theresa Dibulan Pahlawan

Pambudi Nugroho on September 14th, 2009

Masih banyak orang beranggapan, bahwa dunia tulis menulis itu dunianya orang akademis, ilmuwan, pengamat, pencipta lagu, pujangga dan sebagainya. Bahkan, menulis itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang berbakat. Padahal, sebenarnya siapapun dapat menulis.Tak terkecuali masyarakat kalangan bawahpun sebenarnya bisa menulis. Gagasan yang ditulis oleh penulis, bisa muncul kapan dan dimana saja, serta dalam kegiatan [...]

Continue reading about Mari Menulis

Pambudi Nugroho on August 7th, 2009

Adalah teman anda, sahabat kita, dua sahabat yang menjadi legenda, dua titipan Sang Pencipta. Sahabat kita yang pertama Mbah Surip, diakhir hayat adalah sosok tua yang berhasil menjadi ikon kejujuran bagi masyarakat. Tanpa sadar orang mengelu-elukan dia, bukan karena faktor lagunya semata atau penampilannya yang nyentrik. Masyarakat sebenarnya lebih tertarik pada penampilan mbah surip yang [...]

Continue reading about Selamat Jalan Dua Sahabat Lama

Pambudi Nugroho on June 9th, 2009

Anak-anakku memanggilnya dengan panggilan ; Mbak. perempuan janda beranak satu itu memang cukup akrab dengan kedua putra-putriku, walaupun belum 3 bulan ia bekerja dirumah kami. Ia memang kelihatan mahir dalam mengurusi rumah sampai menjaga dan merawat anak-anakku, ketika kami bekerja. Keakrabpan itu terlihat, ketika disore minggu lalu, ia meminta izin untuk menjenguk kakaknya yang sedang [...]

Continue reading about Peran Agung Kaum Hawa