balok dimataAh..Istriku sudah tuli dokter” keluh seorang suami kepada dokter. “Saya harus bicara berkali-kali padanya, barulah ia mengerti.” Sang dokter lantas memberi usul:  “Bicaralah dengannya dari jarak sepuluh meter. Jika tak ada respons, coba dari jarak lima meter, lalu dari jarak lima meter, jika masih belum mendengar juga, ya dari jarak satu meter.” Usul sang Dokter. Dari situ kita akan tahu tingkat ketuliannya.” Si suami mencobanya.Dari jarak sepuluh meter, ia bertanya pada istrinya, “ Kamu masak apa malam ini ?” Tak terdengar jawaban. Ia mencoba dari jarak lima meter, bahkan satu meter, tetap saja tak ada respons. Akhirnya ia bicara didekat telinga istrinya, “Masak apa kamu malam ini?” Si Istri menjawab: “Sudah ke-empat kalinya aku ngomong, Sayur asam!!” Rupanya, sang suamilah yang tidak mendengar alias tuli.

Saat kita mengkritik orang lain, kita kerap kali tidak sadar bahwa kitapun memiliki kelemahan yang sama, bahkan mungkin lebih parah. Adakalanya apa yang tidak kita sukai dari orang lain adalah sifat yang tidak kita sukai dari diri sendiri. Kita belum bisa mengatasi satu kebiasaan buruk, kemudian jengkel saat melihat sifat buruk itu muncul dalam diri orang lain, sehingga kita memintanya untuk berubah.

Sah-sah saja, jika kita menilai orang lain secara kritis. Namun bukan wewenang kita untuk menghakimi atau membesar-besarkan kesalahan orang lain dengan mengabaikan kesalahan diri sendiri. Ibaratnya, kita mampu melihat serpihan kayu dimata orang lain, namun balok didalam mata kita sendiri tidak terlihat dengan jelas.

Make money from your Website or Blog with BidVertiser

Jika kita memakai standar atau ukuran tinggi dalam menilai orang lain, pastikan dulu bahwa kita sendiri sudah memenuhi standar yang kita buat. Makin tinggi standar yang kita buat bagi sesama, makin tinggi pula standar yang harus kita sendiri penuhi.Yang terbaik adalah intropeksi diri terlebih dahulu sebelum memberi kritik kepada orang lain adalah bijak untuk belajar menghargai sebuah proses terhadap diri sendiri.

Pambudi Nugroho

14 Comments to “Ada Balok Dimata Kita”

  1. Yep says:

    Wuakakaka….cerita yang sangat inspiratif Mas….
    Siapa yang tuli ya ? :lol:

    Saya setuju banget dengan kesimpulannya Mas….saat ini banyak sekali orang yang merasa bahwa dia lebih……

  2. Batavusqu says:

    Yang tuli yang diuji, semestinya ada pendeteksi tuli ya seperti stetoskop dokter ya, sehingga dokter tidak lagi memberikan saran 10 meter, 5 meter atau satu meter tempelkan saja sensor di telinga
    Salam

  3. Batavusqu says:

    Salam Takjim om Pambudi
    Hari ini ada yang mau ganti blog atau ada yang ingin memulai pengalaman saat yang tepat karena hari ini tanggal cantik 090909
    Salam Takjim Batavusqu

  4. bener banget .. kita musti introspeksi diri

  5. Hanster says:

    Sebelum mengkritik org lain,kita harus menyadari dLu dgn diri kita…
    Jgn mrasa paling bner..

  6. New Bie Oon says:

    introspeksi diri sendiri dulu, baru orang lain.. bener gitu yah maksud na.. mantab sob,,, ini menjadi bahan pembelajaran untuk kita semua.. salam kenal dan salam blogger..

  7. Batavusqu says:

    Salam Takzim om Pambudi
    Mengulas kembali tentang ada balok di mata, laksana gajah dipelupuk mata tidak terlihat sedangkan semut dilautan terlihat jelas.
    Salam Takzim batavusqu

  8. KangBoed says:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllllllll

  9. KangBoed says:

    sejujurnya agama bukan untuk tunjuk kira dan kanan apalagi untuk membeberkan keburukan dan kesalahan orang lain dang menganggap diri lebih baik.. hahaha.. agama adalah untuk bebenah diri.. menemukan diri sebenar diri.. bersih bersih diri.. cuci cermin hati.. akhirnya menemukan tuhan dalam diri.. hidup di pimpin oleh ruh.. yayayaya
    salam sayang untuk mu

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    Setuju aku kakang,
    Terima kasih atas persaudaraan kita, salam sejahtera fulllll…

  10. Dewi Yana says:

    Assalamu’alaikum,
    Rasulullah SAW bersabda: ”Aku peringatkan kepada kalian tentang prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan yang paling bohong, dan JANGANLAH KALIAN BERUSAHA untuk mendapatkan informasi tentang kejelekan dan MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN, jangan pula saling dengki, saling benci, saling memusuhi, jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” (HR Bukhari, No 6064 dan Muslim, No 2563. Kritiklah dulu diri sendiri, sebelum mengkritik orang lain. Tulisannya bagus Pak. (Dewi Yana)

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarakatuh
    Terima kasih kunjungannya, selamat ya atas peluncuran bukunya. Aku pasti cari di gramedia.
    Salam sejahtera selalu,

  11. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Singgah lagi, menulis lagi, tersenyum lagi, dadah lagi, pamit lagi
    Salam Takzim Batavusqu
    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    Hahaha…thanks bung Zipoer, mari kita kampanyekan iklan pariwisata
    Salam sejahtera bung

  12. m4stono says:

    wah mantep mas omah anyare….karo ono amazone lan adsense…qiqiqiqiqiqi…..selamat mas

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    Wakakakak……..suwon yo’ mas Tono.
    Salam sejahtera selalu

  13. selamat siang bg … salam hangat dari dika

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    Hai Adikku, selamat siang juga. Sehat2 kamu ya Dik ?
    Salam sejahtera buat keluarga di bukit tinggi

  14. Iklan Gratis says:

    artikel yang sangat bagus Mas ..
    membuat diri jadi intropeksi diri .. untuk semua standard dan ekspektasi yang ditumpukan ke sekeliling ..
    tapi Mas, kalau kebetulan posisinya dibalik, kita berhadapan dengan orang yang suka menuntut ini dan itu, padahal dirinya juga ternyata sama saja bahkan lebih parah .. apa yang harus dilakukan ?

    Iklan Baris

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>