mari menulis Masih banyak orang beranggapan, bahwa dunia tulis menulis itu dunianya orang akademis, ilmuwan, pengamat, pencipta lagu, pujangga dan sebagainya. Bahkan, menulis itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang berbakat.

Padahal, sebenarnya siapapun dapat menulis.Tak terkecuali masyarakat kalangan bawahpun sebenarnya bisa menulis. Gagasan yang ditulis oleh penulis, bisa muncul kapan dan dimana saja, serta dalam kegiatan apa saja. Persoalannya, mau memulai melakukan atau tidak.

Bagi saya, menulis itu berarti memberi “pencerahan” kepada khalayak, menganalisis keadaan, mengeluarkan uneg-uneg dan sebagainya. Bila kita mempunyai suatu ide, atau uneg-uneg tapi tak mampu mengekspresikannya, maka ibarat memelihara “bisa” dalam tubuh. Pada gilirannya, bisa berbahaya juga pada kesehatan tubuh kita. Jadi menulis itu bermanfaat. Namun demikian, menulis itu memang tidak gampang, tapi juga tidak sulit. Semua itu pasti memerlukan sebuah proses.

Dasar seseorang penulis itu bukan sekedar bakat yang diturunkan secara kodrati oleh sang Pencipta. Kemampuan menulis itu merupakan sesuatu yang harus diciptakan dan dihiaskan. Jadi, kita harus membiasakan dan menciptakan sendiri untuk menulis.

Yang harus diperhatikan, bila kita ingin belajar menulis tentang apa saja, maka seyogyanya kita mengimbangi dengan tekun membaca. Baik membaca referensi dan literature. Juga membaca situasi dan keadaan dan sebagainya. Misalnya, membaca literatur yang relevan dengan kondisi kerja dan perusahaan kita. Serta membaca situasi tentang lingkungan kerja, lingkungan masyarakat dan sebagainya.

Sebab, menulis tanpa diimbangi banyak membaca, maka ibarat orang berjalan tertatih-tatih, ngalor-ngidul. Sebaliknya, bila kita banyak membaca, tapi tidak diimbangi dengan menulis, maka ibarat sesuatu yang berat atau “pincang”.

Perlu dipahami, seorang penulis pasti memiliki kiat tersendiri. Bahkan gaya bahasa dan karyanya pun berbeda-beda. Dengan kata lain, memiliki ciri khas tersendiri. Karena menulis merupakan seni hasil cipta, karsa dan rasa seseorang yang dituangkan diatas kertas.

Bagi seseorang penulis, menulis bukan semata-mata mencari popularitas, mencari uang, atau mencari jabatan fungsional. Tetapi menjadi pengharapan nantinya untuk mempunyai nilai keabadian, berbuat untuk kabar baik dan memberi wawasan.

Percaya atau tidak, bagi saya penulis itu adalah pembaca yang baik. Baik itu membaca buku ataupun dari ide. Karena ide dapat ditemukan melalui bacaan, keadaan, yang diserap lewat mata, telinga dan pikiran. Kemudian dikembangkan menjadi sebuah tulisan. Permasalahannya adalah, penulis kadang ada rasa “ ragu” bila tulisannya dikritik, dikata kurang ilmiah, bahkan, tidak kontekstual.

Padahal kritik merupakan sesuatu yang menjadikan kita tampil lebih baik. Artinya kritik memang diperlukan bagi seorang penulis sebagai proses pembelajaran, menjadikan kita berfikir positif serta menjadi kekuatan. Apalagi memperkaya kita untuk terus belajar dan berusaha. Jujur saja, bila kita mengirim tulisan pada suatu majalah atau harian Koran, maka pada saat itu juga kita akan bertanya, apakah naskah tulisan kita dimuat atau tidak.

Hal itu sudah saya alami sendiri, sudah banyak tulisan yang saya kirim dan tak ada yang dimuat. Kita tahu, seorang balita yang sedang latihan berdiri. Kadang jatuh, kadang bangun, pada gilirannya bisa berdiri, berjalan, kemudian berlari. Saya dan anda tidak boleh bosan dan putus asa. Menjadi penulis awal harus rela jatuh bangun untuk tetap menulis sampai tulisannya tersebut dimuat dan dipaparkan kepada khalayak. Dan saya pun beruntung mengenal dunia internet dan wordpress, yang menjadi latihan dasar menulis.

Monetize your Website or Blog with BidVertiser

Dari berbagai sumber dan pengalaman saya dan anda, jika kita ingin menjadi penulis, seyogyanya kita mulai belajar menciptakan, membiasakan membaca dan menulis. Semua itu pasti bermanfaat bagi diri kita dan orang disekitar kita. Inovasi , strategi dan terobosan hanya bisa diketahui melalui berbagai tulisan. Pada gilirannya, kita mampu melakukannya. Dan dengan tulisan kita, akan menjadi suatu saluran berkat bagi orang lain yang membacanya. Semoga dan Mari menulis.

Pambudi Nugroho




Tags:

14 Comments to “Mari Menulis”

  1. agoesman says:

    Betul mas Pambudi… kalu menulis itu tidak dijadikan beban.. dan menulis dibikin enjoy saja jadi enak rasanya…. Kadang-kadang juga ada yang beranggapan menulis itu harus ada mood tertentu.. baru lancar.. dan juga ada yg takut salah dalam menulis.
    Salam Hangat
    C.U

  2. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Nilai dari komentar juga biasanya terinspirasi dari hasil bacaan tulisan yang berbudi, jika itu suatu ilmu banyak komentar muncul dengan hati-hati, tetapi bila celoteh yang tertulis komentar juga hadir seadanya.
    Salam Takzim Batavusqu

  3. Yep says:

    Setuju sekali Mas….Menulislah dan lakukanlah…Mengenai kualitas tulisan, saya yakin setelah lama terbiasa, tentu akan meningkatkan kualitas menulis kita bahkan dapat dgn mudah melakukan improvisasi sesuai selera kita :)
    Dan yang paling penting tentu harus banyak menambah referensi dengan banyak membaca :)

    Salam
    Yep :)

  4. Yup… menulis itu sudah sepantasnya jadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Lihat di stickynews tvone, pengguna blog indonesia sudah mencapai 1juta orang. Perlu ditingkatkan lagi nih. Demi Indonesia yang berperadaban :)

  5. Betul sekali apa yang dipaparkan Mas Budi, orang pintar menulis karena sering menulis. Tanpa ada latihan menulis tidak akan lahir seorang penulis. Orang yang hobinya membaca belum tentu dia penulis, tetapi kalau saja ia mau menulis maka tulisannya akan jauh lebih baik dari pada orang suka menulis tetapi malas membaca tulisan orang. Keseimbangan atara membaca hasil karya orang lain dengan menulis akan membuahkan karya tulis yang sempurna.
    Ngeblog merupakan sarana belajar menulis yang sangat efektif, karena tulisan kita bisa langsung dibaca dan dikomentari orang lain.
    Hanya sayang sekali komentar-komentar yang saya temui jarang sekali berupa komentar membangun, atau mengarah pada perbaikan tulisan.

    Salam sukses san persahabatan.

  6. Mukhtar says:

    Setuju banget..malahan yang tadinya saya iseng-iseng nulis di blog walaupun waktu SMA saya paling tidak suka pelajaran yang kerjanya tulis dan baca yang malahan saya sesalkan sekarang ini.. sekarang saya lebih rajin lagi membaca postingan orang lain sebagai pelajaran dalam kemampuan menulis saya yang masih minim sekali *eh malah curhat* :D ..salam kenal Mas Rawapada..Kunjungan pertama nih..

  7. Pakde Cholik says:

    Benar mas. Bagi saya menulis itu mirip makan nasi, maunya 3x sehari dan bahkan lebih. Tapi teman2 menyarankan agar jangan terlalu sering mbuat postingan. Wah, mana bisa saya tahan2 begitu. kalau mau ya bisa 5 postingan ha..ha..ha.

    Saya menulis juga yang ringan2 saja kok yang penting uneg-uneg keluar, syokur jika ada manfaatnya bagi orang lain.

    Salam hangat dari Surabaya

  8. Gostav Adam says:

    Lebaran sebentar lagi..dah punya ketupat belom nih pada

    Hari Raya besar yang ditunggu2 kemeriahannya. Namun hakikatnya tidak hanya sekedar ceremoni belaka, namun diharapkan kita menjadi insan yang lebih baik kedepannya

    salam mampir ke blog kami
    Support me in SEO Contest. Thanks for your atention

  9. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Menulis kadang salah
    Singgah kadang tak teratur
    Inginnya melepas salah
    dengan Jarak coba ku Atur

    Minal A’idin Wal Faidzin, mohon maap lahir dan batin
    Batavus menekuk lutut

  10. lovepassword says:

    Menjelang lebaran kuucapken dulu untuk semuanya saja : Maaf Lahir batin ya ? .

  11. Kepada para Saudara-saudaraku yang Tua dan yang Muda. Sungguh betapa tak tahu DIRInya saya, karena belakangan ini saya tak pernah ” NJAGONGI, MENYAPA BALIK dan NYUMANGGAKAKEN ” setiap Saudaraku yang sempat mampir di Gubugku, apalagi sekedar SAMBANG pun saya tak mampu melakukannya. Di kesempatan ini saya hanya memohon maaf atas segala KESILAPAN dan KEALPAAN selama ini dikarenakan KESIBUKAN duniawi yang tak bisa saya bendung dan tolak kehadirannya. Tapi percayalah keberadaan Saudara-saudaraku masih tetep TEMANCEP sajroning ATI.
    Sekali lagi mohon maaf.

    Salam
    Sihkatresnan selalu

  12. Agnes Sekar says:

    Selamat pagi Pambudi, Setuju sekali, banyak manfaat ketika kita menulis menuangkan suatu ide seperti :
    - Menulis akan membuat awet muda, menghilangkan kerutan-kerutan pada wajah, karena dengan menulis dapat mengendurkan urat-urat yang tegang.
    - Menulis dapat membuat hidup bersemangat memiliki spirit, karena dengan menulis memunculkan kreatifitas dan progressive yang berkelanjutan.
    - Menulis dapat m,embuat orang lain menjadi berarti, hidup yang bermakna, hidup yang berkualitas, dengan membaca banyak hal, banyak ilmu juga banyak hal untuk menambah wawasan.
    -Menulis dapat memotivasi orang lain untuk hidup lebih baik dari sebelumnya. Demikian Pambudi sekilas yang dapat saya tanggapi.

    Regards, agnes sekar

  13. guskar says:

    kebanyakan org kesulitan untuk memulai menulis, yg bisa jadi ide dan gagasan banyak mengendap di fikiran.
    menulis mestinya dilakukan dng enjoy… tulis saja apa yg ingin ditulis… sesederhana apa pun ide itu.. dan saya sependapat bahwa dng banyak membaca akan memudahkan dalam prosesi penulisan..

  14. @Sobat Pam and all
    -
    Yg bisa menulis dikit mari menulis pelit
    Enak, ada hadiahnya lagi dari pakdeCholik:
    http://abdulcholik.com/acara-u.....uisi-cinta
    -
    Salam Damai!

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>