Love your enemyPengadilan Negeri Jakarta Selatan baru saja menggelar sidang perkara pembunuhan berencana dengan terdakwa Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non aktif Antasari Azhar. Untuk Antasari, surat dakwaan terdiri dari enam halaman, dengan dakwaan tunggal, yaitu pembunuhan berencana terhadap Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Perkara itu tentu menarik perhatian masyarakat ditengah keprihatinan dan kepedulian kita terhadap bencana gempa yang menimpa saudara-saudara yang ada di Sumatera Barat.

Antasari, membawa perenungan bagi tulisan saya kali ini, ketika kebencian mengubur hati nurani dan akal sehat untuk melenyapkan nyawa sesamanya. Apakah benar, sudah sedemikian murahnya harga nyawa seseorang di negeri ini. Uang dan kekuasaan yang semu adalah akar dari sebuah awal kejahatan, ketika dendam, sakit hati, benci, dan sebagainya selalu mewarnai kompetisi hidup manusia di bumi yang makin renta ini.

Dalam hukum dunia, kata “mengasihi” dan “musuh” adalah dua kata yang bertolak belakang, karenanya tidak dapat dipersatukan. Dalam bahasa Inggris, musuh adalah enemy, berasal dari bahasa latin inimicus, artinya “bukan sahabat”. Definisinya jelas: bahwa orang yang membenci, menginginkan hal yang tidak baik, menyebabkan jatuh, kecewa, sakit dan sebagainya.

Maka, nasihat untuk mengasihi musuh dibilang aneh. Sebab, normalnya musuh itu mesti dilawan, dibenci, disingkirkan, kalau perlu dibasmi. Dalam ajaran umat Kristiani, dengan tegas Yesus mengajarkan : “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (matius 5: 44).

Belajar mengasihi tanpa mementingkan diri sendiri, bukanlah pekerjaan mudah. Hal ini tentu saja bertentangan dengan sifat kita yang selalu mementingkan diri sendiri. Itulah sebabnya kita masih diberi waktu untuk mempelajari tujuan dari sang Pencipta. Bahwa Kasih meninggalkan suatu warisan.

Sebuah Rahasia Warisan Kekal

Bagaimana cara kita memperlakukan orang lain, bukan dari kekayaan atau keberhasilan kita, tetapi sebuah pengaruh yang paling bertahan lama, yang bisa kita tinggalkan didunia. Seperti Bunda Teresa katakan, “ Bukan apa yang anda kerjakan, melainkan seberapa besar kasih yang anda curahkan pada pekerjaan itulah yang penting.” Kasih adalah rahasia warisan kekal.

Ajaran mengasihi musuh tidak saja berdimensi teologis, berkenaan dengan aspek imani. Tetapi juga berdimensi praktis dan logis. Pertama, membenci musuh akan merugikan diri sendiri. Tidak ada orang yang hidupnya bahagia kalau terus dikuasai kebencian terhadap orang lain. Kedua, melawan kebencian dengan kebencian sama dengan melipatgandakan kebencian.

Sang Imam Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib r.a, dalam kumpulan khotbahnya pun mengingatkan ; “Janganlah saling mendengki karena dengki akan melenyapkan iman sebagaimana api memakan kayu bakar. Janganlah saling Membenci karena itu akan menghilangkan segala berkah.” Jadi memendam kebencian berarti sama halnya dengan memelihara kegelapan.

Gelap tentu tidak bisa dilawan dengan gelap. Tetapi harus dengan terang. Terang, walau hanya secercah, akan sanggup menembus kegelapan. Dengan memahami makna ajaran “ mengasihi musuh”, kita bisa melihat luka tanpa dendam; kepahitan tanpa amarah; kekecewaan tanpa geram. Kita memandangnya sebagai kesempatan untuk mengasihi orang lain; untuk berbuat kebaikan.

Seperti kata Alfred Plummer, “ Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah tabiat Iblis; membalas kebaikan dengan kebaikan adalah tabiat manusiawi; membalas kejahatan dengan kebaikan adalah tabiat Ilahi.

Kemenangan terbesar adalah ketika kita berhasil mengasihi lawan.

Pambudi Nugroho

Tags:

18 Comments to “Rahasia Warisan Kekal”

  1. Bayu Probo says:

    … Kemenangan terbesar adalah ketika kita berhasil mengasihi lawan …

    benar mas

  2. agnes sekar says:

    Selamat malam Pambudi, senang bisa mengunjungi blognya kembali, dan didalamnya menemukan kekuatan yang baru. Pambudi dalam kehidupan sehari-hari kita perlu panglima, pemimpin tertinggi yang mempunyai kekuasaan mutlak untuk menentukan masa depan, kita mengenalnya sebagai hati nurani. Hati nurani adalah kaca benggala kehidupan, maka hendaklah selalu di jaga dari segala kotoran agar tetap bersih putih berkilau. Agar hidup kita bahagia jangan abaikan hati nurani. Okay Pambudi, terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  3. agnes sekar says:

    Maaf ada yang ketinggalan alamat Web site saya pindah ke : http://www.agnessekar.com Terima kasih.

  4. Badruz says:

    posting yang menyejukkan. harta, tahta, wanita, seringkali membutakan bagi yang tidak bisa mengendalikannya. membunuhpun ia lakukan…

  5. Mufti AM says:

    Musuh terbesar adalah berasal dari dalam diri kita sendiri. Jika manusia sudah dikuasai oleh hawa napsu maka kawan pun akan dilibas. Bahkan saudara sendiri pun bisa tak lagi dipedulikan. Maka banyak orang2 yang menderita di negeri kita ini karena mementingkan diri sendiri. Berbahagialah mereka yang mampu mengendalikan dirinya sehingga tak diperbudak oleh hawa napsunya.

  6. Lex dePraxis says:

    Salam kenal, nanti akan berkunjung lagi. Artikelnya bagus-bagus.

    ============================

    Thanks atas apresiasinya. Salam kenal juga

  7. Yep says:

    Komenku masuk spam kayaknya ya ? :(
    ===============================

    Masa sich Yep ? aku cek ndak tuh..

  8. Dangstars says:

    Wah..
    disini berarti ada sebab ada akibat
    atau ada lawan ada kawan
    Tergantung diri kita menyikapi dan menghadapinya..

  9. Dangstars says:

    Maaf Pak
    Ketinggalaaaaannnzzx

  10. lovepassword says:

    Hi Hi Hi, aku habis berkunjung ke rumah temanku tercinta kartunis Batak. Sama seperti kamu juga dia itu finalis CIB Fest. Tetapi menurutku sih kamu lebih pantes jadi pemenang. Dia itu terlalu galak binti narcis buncis :) . Tetapi yah ini sangat tergantung dari latar belakang panitianya sih. Kalo tipe panitianya juga antik yah apa yang terjadi terjadilah. Aku perlu nyamber kanan kiri kayaknya nih. Biar aku muter-muter lagi mengintip situsnya panitia. Ha Ha Ha

    Salam Mas Pambudi.
    GBU

    ======================================
    Ha.ha.ha Mantap mas Eko,
    Sebenarnya tgl 10/10 Sabtu lalu aku diundang untuk penganugerahan para finalis, di salah satu gedung Sudirman – Jakarta. Cuma aku berhalangan hadir karena acara keluarga. katanya akan ditentukan satu pemenangnya. Sampai sekarang saya ndak tau siapa yg menjadi juara pertama. aku lihat di beritanya website panitia tidak ada. Suwon ya mas

  11. agoesman says:

    kalu hidup sudah dibutakan harta, tahta & wanita (3ta).. maka akan gelap mata (+1 tah lagi).. itulah yang terjadi di om kita tsb…..Salam Hangat..CU

  12. guskar says:

    terlepas dari kasus AA.
    begitu murahnya harga nyawa manusia. masalah sepele saja diselesaikan dengan cara menyiksa bahkan membunuh. nantinya akan timbul balas dendam, sampai ke anak cucu. musuh akan menjadi sahabat klo kita merangkulnya dng tulus dan ikhlas.

  13. selamat siang
    salam persahabatan
    kunjungan perdana blue dapat postingan yg ciamik banget
    salam hangat selalu

  14. menjelang siang………..
    semangat semangat ya bang
    salam hangat selalu

  15. deroc says:

    Halo, salam kenal…Numpang aja…nice blog :)

  16. Selamat pagi,
    Salam sukses, Bro!

    Toples mu dah ku respon, tuh.
    Ide apa lagi yg ada di situ?
    Pls!

    Kasih!Yes, sama dengan cinta.
    Mengasihi orang yg mengasihi kita itu biasa, duniawi, adil.
    Mengasihi orang yg memusuhi kita itu luar biasa, illahi, damai.
    Memusuhi orang yg mengasihi kita itu tidak biasa, binatang apa pula itu!
    Hehe!

    Salam Damai!

  17. Dari cinta ke kasih!
    Suka adalah cinta-karena, awal dari sayang.
    Sayang adalah cinta-jikalau, awal dari kasih.
    Kasih adalah cinta-walaupun, akhir semuanya.

    Ke kasih lah hendaknya kita mengarah,
    Padanya ada sumber kebahagiaan abadi.
    Begitu lah menurut ku cinta menapak jadi.

    Salam Damai!

  18. weetha says:

    begitu indah cinta yang di berikan Tuhan
    begitu kejamnya mereka yang saling menyakiti
    betapa sucinya anugrah yang di beri

    Hanya karena kekuatannya kita mampu berdiri
    hanya karena air tuba di balas air susu
    hati yang ikhlas, pasrah dan tetap dalam kasihmu

    tiada yang lebih semerbak wangi melati
    rupawan sang gadis tak secantik hatinya
    sakit tak berarti harus mati

    insyaallah semua kan terjawab di padang mash’ar kelak…..

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>