Istriku ,
Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat.
Ketika pintu kebahagiaan tertutup, dan pintu yang lain terbuka, seringkali kita memandangnya terlalu lama pada pintu yang tertutup, hingga kita tidak melihat pada pintu yang lain, yang telah terbuka bagi kita.
Kita mudah percaya pada penglihatan, penglihatan memang mudah menipu. Kita mudah percaya pada kekayaan, padahal kekayaan pun mudah sirna. Percayalah pada Dia yang dapat membuatmu tersenyum, sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang. Cari lah Dia, yang akan membuat hatimu tersenyum.
Kekasihku,
Angankan apa yang engkau ingin dan angankan, pergilah kemana engkau ingin pergi, jadilah seperti yang engkau kehendaki, sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.
Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum, cukup pencobaan untuk membuatmu kuat, cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia,
Mereka yang paling berbahagia, tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu; mereka hanya mengoptimalkan sedala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.
Masa depan yang paling gemilang, akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu, engkau tidak akan mendapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.
Cintaku,
Ingkatkah engkau, ketika anak pertama kita dilahirkan? anak itu menangis, sementara semua orang disekeliling kita tersenyum. Ya, jalanilah hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum, sementara semua orang di sekelilingmu menangis.
Sampaikanlah pesan ini juga kepada anak-anak kita, dan juga kepada mereka yang berarti bagimu, kepada mereka yang menyentuh hidupmu dengan suatu atau lain cara, kepada mereka yang membuatmu tersenyum, ketika engkau sungguh membutuhkannya, kepada mereka yang membuatmu melihat sisi baik dari segala hal ketika engkau jatuh, kepada mereka yang persahabatannya engkau hargai, kepada mereka yang begitu berarti dalam hidupmu.
Tahun-tahun yang sudah berlalu, janganlah engkau hitung, tetapi hitunglah saat-saat yang indah. Hidup tidak diukur dengan banyaknya nafas yang kita hirup, melainkan dengan saat-saat dimana engkau menarik nafas bahagia. Dan tersenyumlah engkau sekarang..
Dari yang mencintaimu,
Pambudi Nugroho
Tags: Catatan, Refleksi, Serba - serbi kehidupan


Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat.
>> Terkadang melepaskan rindu lebih baik T_T
from : some1 who missing her so much
selamat malam
wah nice
salam hangat selalu
blueingin dong dibuatkan seperti postingan abangku ini
salam hangat selalu
berbahagialah yg mnjd “dia”…krn abang udh tulus bgt
indah banget bang…kata hati atau sekedar tulisan?
semoga abang ini bisa menuntunnya ke surga..
Tulisan yang bagus dan menyentuh.
Thx.
Wah luar biasa, untuk menjadi pribadi yang didambakan memang tidak mudah, ketulusan dan kemurnian diperlukan. Inilah pilihan yang terbaik yang harus kita lakukan untuk pujaan hati, sebagai tiang dan penyejuk hidup. Kita harus bertekad kuat untuk memahami bahwa kepercayaan dambaan hati itu penting, kita perlu mengupayakannya yang terbaik baginya. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.
Regards, agnes sekar
Hidup tidak diukur dengan banyaknya nafas yang kita hirup, melainkan dengan saat-saat dimana engkau menarik nafas bahagia, saya suka kalimat ini Pak. Nice & Thanks
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
Sesungguhnya hidup manusia itu semuanya adalah tentang Tuhan, kasih dan membangun hubungan dengan Tuhan dan dengan orang lain. Bukan tentang mengejar harta, sukses, status, bahagia dan sebagainya tapi tentang menjadi Insan Kamil.. Kholifah Bumi.. Penebar Cinta dan Kasih Sayang di muka bumi.. Tuhan mengasihi kita begitu dalam dan tanpa syarat, makanya Dia pengen kita untuk belajar mencintaiNYA dengan sungguh serta membalas kasihNya, dan mengasihi orang lain.