moonSuatu malam, selagi melangkah dijalanan daerah kumuh, dia mendengar wanita menangis minta tolong. Ia mendekat. Saat inilah ada wanita sekarat jatuh dalam pelukannya, dan peristiwa itu, mengubah jalan hidup seorang wanita, Bunda Theresa.

Ia menyadari betapa serius kondisi wanita itu, Bunda Theresa membawanya kerumah sakit, menceritakan kondisi wanita itu sambil menunggunya. Tapi pihak rumah sakit tidak juga melakukan apa pun. Bunda tahu, wanita itu akan mati tanpa perhatian segera, sehingga membawanya kerumah sakit lain. Sekali lagi, ia utarakan kondisi sipasien kepihak rumah sakit, dan menunggunya. Tapi tetap tak ada tanggapan.

Kasta sosial wanita itulah yang membuat dia tidak diperhatikan sebagaimana mestinya. Bunda Theresapun membawanya kerumah. Pada malam berikut, wanita itu meninggal dengan tenang dalam pelukan cintanya.

Banyak orang memandang sosok Bunda Theresa sebagai heroisme. Wanita dengan spiritual luar biasa. Ia selalu memberi komitmen dan kontribusi tanpa pamrih pada orang miskin. Kasih sayangnya luarbiasa. Ia tak gentar menghadapi peristiwa krusial yang menentukan perannya sebagai kontributor terbesar sepanjang masa.

Bunda Theresa tidak semata-mata bertujuan membantu orang miskin. Dia juga lebih dua puluh tahun mengajar anak-anak miskin di Calcuta, India. Serta menyaksikan daerah kumuh dan orang-orang sangat melarat mengelilingi lingkungan kerjanya.

Momen yang menentukan dari Bunda Theresa telah memberi inspirasi : tidak ada lagi kesengsaraan  bagi siapa pun dalam jangkauannya. Maka ia mengabdikan hidup untuk itu, dia ringankan beban dan derita kepedihan orang disekitarnya.

Lalu, bagaimana dengan kita ketika merefleksikan hari Pahlawan ? barangkali hari pahlawan mulai terasa usang ketika kita terjebak pada seremonial sejarah. Pahlawan, berarti harafiah : orang yang berjasa.

Secara “ formal” kata ini biasa dikenakan kepada para pejuang yang telah menyerahkan jiwa raga untuk negeri tercinta tanpa pamrih. Nama mereka tercatat dengan tinta emas dalam sejarah dan sosoknya terus “hidup” dihati generasi, walau ia sudah terkubur. Ada Tjoet Njak Dien, Pattimura, pangeran diponegoro, jenderal Sudirman dan sebagainya.

Pahlawan adalah orang berani bertindak mengubah keadaan, bertindak tanpa pamrih, dan menuntut harapan lebih dari orang lain; Pahlawan adalah mereka yang menghadapi penderitaan dengan melakukan apa yang diyakini benar meskipun takut dan mempertaruhkan nyawa.

Kata pahlawan tidak hanya dikenakan kepada individu, tetapi juga kelompok orang yang dipandang berjasa bagi bangsa. Misalnya para guru, disebut “pahlawan tanpa tanda jasa”. Atau para tenaga kerja Indonesia yang bekerja diluar negeri, dulu disebut “ pahlawan devisa” atau atlet olahraga, seniman, dan ilmuwan yang telah mengharumkan nama bangsa dikancah international.

Dalam lingkup kehidupan kita sehari-hari, kita juga bisa mengenakan kata pahlawan ini kepada orang-orang yang telah berjasa kepada kita, orang-orang yang telah menolong kita membuat hidup kita menjadi lebih mudah, lebih aman,lebih kuat dan lebih sehat, lebih berarti dan lebih bernilai.

Kalau begitu, pertanyaan kita sekarang adalah : kalau sudah begitu banyak orang yang berjasa kepada kita, lalu seberapa banyak jasa yang sudah kita buat untuk orang lain ?.

Saya percaya, anda dan saya punya kapasitas bawaan sejak lahir untuk menjadi pahlawan, berani, penuh dorongan dan memiliki langkah-langkah terpuji untuk menciptakan kehidupan lebih baik. Siapa pun kita, apapun latar belakang pendidikan kita, apapun suku kita, kita terpanggil untuk menjadi “ pahlawan” yang dapat memberikan sandaran bantuan sekecil apapun kepada orang disekitar kita.

Seperti momen yang diberikan dari Bunda Theresa. Ketika dengan kekurangannya ia memperlakukan sesama dengan mulia. Ia lakukan semua dengan kekuatan yang ada, agar orang miskin disekitarnya diperlakukan lebih manusiawi, mendapat cinta dan rasa hormat yang sepantasnya diperoleh semua orang.

Bunda Theresa barangkali tidak pernah terbersit dibenaknya ketika suatu saat nanti , ia akan dikagumi dan dikenang sepanjang masa. ia pun tak pernah tahu apa arti pahlawan sesungguhnya. Ia hanya berjalan dari kekurangannya dengan sebuah keyakinan untuk memberikan kontribusi pelayanan sesama dan memahami tindakan kecil yang ia berikan kepada orang lain secara konsisten.

November adalah “ Bulan Pahlawan”. Saat untuk kita mengenang dan berterima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa dalam hidup kita. Sekaligus saat untuk merenung dan merangkai tekad dalam hati untuk menebar jasa kepada sesama tanpa pamrih, sekecil apapun kebaikan kita pada orang lain. Semoga Bulan November menjadi “teman” seperjalanan kita untuk melukis keindahan dan berbuat kebaikan di bumi yang makin renta.

Pambudi Nugroho

Tags:

20 Comments to “Bunda Theresa Dibulan Pahlawan”

  1. selamat malam bang
    salam hagat sellau
    wah artikel yang baik
    salam hangat selalu

  2. selama erakhir pekan y
    salam hangat selalu

  3. Perilaku yang baik, peduli dan perhatian kepada sesama tanpa pandang bulu seperti Bunda Theresa sangat langka alias jarang dimilki oleh orang-orang di sekeliling kita, bahkan mungkin termasuk kita. Wah sungguh mulia orang yang seperti beliau.. dan patut dijadikan tauladan.

    Sukses Mas Budi, artikelnya bagus sekali.

  4. hmmm..
    mendengar nama Bunda Theresa rasanya tak dapat diungkapkan….
    wanita mulia yang bagi sebagian orang dianggap sebagai wanita tolol…
    tapi bagiku Bunda Theresa adalah wanita perkasa sepanjang jaman…

  5. m4stono says:

    setahu saya pahlawan itu asal kata dari pahalawan…….tapi kok gak ada yah istilah pahlawati :D

  6. Dangstars says:

    Halo Bung…
    Semoga dalam keadaan Sehat Dan Sukses selalu…
    Setuju sekali dengan tulisan ini,Mari kita hargai jasa para Pahlawan kita,,,
    Karena kita tidak merasakan pengorbanan mereka..
    Semoga Para Pahlawan selalu diberikan tempat yang damai dan indah disisi-Nya.

  7. Dangstars says:

    Kalo berkenan,,belum lengkap rasanya kalo belum bertukeran Link…
    horas…
    Dari Medan

  8. lovepassword says:

    Astaga saya malah baru ingat kalo besok hari Pahlawan. :(

  9. selamat malam \
    salam hangat selalu
    semangat

  10. pak budi, link nya saya pasang ya…
    GBU….

  11. kolojengking says:

    Kabar baik pak pambudi…
    Peringatan hari pahlawan sudah seharusnya menjadi refleksi bangsa ini terutama bagi pemimpin bangsa ini agar tidak lupa pada cita-cita para pahlawan. Pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga, haruskah kita menodai perjuangan mereka?
    salam.

  12. KangBoed says:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  13. KangBoed says:

    Manstaaaaab.. hehehe.. blog saya dua mas.. yang satu belum di link..

  14. KangBoed says:

    sudah ada di tempat saya dua duanya..

    di WP Pambudi – Rawapada
    di dot com Rawapada

  15. sudah lama saya tidak mendengarkan kisah bunda theresa…
    nice post

  16. berita unik says:

    jadi inget kalo sekarang 10 november, hari momen bersejarah bagi Indonesia
    Merdeka..!!

  17. agnes sekar says:

    Selamat malam Pambudi, Kita adalah mahluk sosial, hidup ditengah-tengah masyarakat. Kita tidak dapat mengasingkan diri, kita membutuhkan masyarakat sebagaimana masyarakat membutuhkan kita, sebagai mahluk sosial kita tidak dapat mengelak dari tugas-tugas sosial, disitulah eksistensi kita di uji. Sudahkah kita menjalani hidup ini sesuai kodratnya ? atau kita lebih memilih menjadi manusia yang egois dan individualistis. Sebagai orang yang berperadaban pastilah kita akan memilih menjadi bagian penting dari sebuah masyarakat, yang saling berhubungan dan saling tolong menolong. Mari kita tanamkan jiwa pahlawan dalam kehidupan kita sehari-hari agar hidup ini terasa indah. Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  18. Wah hari pahlawan dah lewat tp mampir baca2 gak apa2 ya?…

  19. Yep says:

    Wah….theme blognya dah berubah…
    Sorry ah lama saya ngak walking2 :)

  20. ayo bang semangat
    slam hangat selalu

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>