
Dengan langkah tertatih-tatih sementara ujung kepala berdenyut dihajar teriknya matahari, lelaki itu memasuki sebuah perkampungan. Dari pakaian seragam yang dikenakannya, posisi bolpen di ujung saku, sekilas saja orang bisa menebak, sales dari sebuah produk. Misi perusahaan yang diembannya membuat ayunan kakinya semakin berat. Dia harus mengamati prospek ditempat yang didatanginya untuk memasarkan sepatu.
Tapi apa lacur, setiap orang yang dijumpainya tidak satu pun yang mengenakan alas kaki. Rupanya masyarakat didaerah ini mempunyai satu kebiasaan kapan dan dimanapun selalu bertelanjang kaki.
Sebelum memasuki pusat kota, salesman ini sudah mengantongi satu kesimpulan yang dianggap sangat jitu yang tidak akan merugikan perusahaannya. Bahwa masyarakat disini bukanlah pangsa pasar yang tepat untuk memasarkan sepatu. Usaha yang sia-sia dan menghamburkan banyak biaya.
Sementara dia berbalik meninggalkan tempat itu, gesekan dedaunan membawa pesan..sesuatu harus berubah..mengikuti bayangannya, sayang hanya bertiup angin..
Waktupun berlalu. Hari itu matahari belum terlalu tinggi. Keasyikan kicauan burung dikejutkan oleh langkah kaki yang berdentam. Satu orang lagi memasuki daerah tak beralas kaki. Tak usah bertanya untuk menebak siapa gerangan. Seorang salesman dari perusahaan terdahulu (rupanya perusahaan ini bukanlah tipe perusahaan ABS= Asal Bapak Senang, yang percaya begitu saja pada satu salesman, maka seorang lagi dikirim kedaerah yang sama).
Dua orang penduduk lewat, mengucapkan salam pada lelaki itu. Dia mengangguk dan sedikit tertegun melihat kaki mereka yang telanjang. Beberapa orang kembali dilihatnya, ada sedikit senyum mengembang dibibirnya. Dengan dihinggapi rasa penasaran dia memasuki langkahnya menuju pusat kota. Setengah berlari dia memasuki gedung perkantoran, bank, pasar, dan pusat-pusat keramaian lainnya.
Senyumnya sudah berubah menjadi tawa. Pikirannya dipenuhi dengan ide dan rencana. Tanpa menunda waktu dia mengangkat telepon genggamnya. Berbicara pada bosnya, dan meminta dikirimkan satu container sepatu dengan berbagi model dan ukuran. Diseberang sana si bos tertawa cerah.
Ketika dua orang diperhadapkan pada situasi yang sama yang bernama kesulitan, sikaplah yang memegang peran utama untuk menentukan keduanya bisa atau tidak menghadapi kesulitan itu.
Selama ini, angin keberhasilan seseorang berhembus dimasyarakat adalah, karena ia cerdas, punya segudang bakat, dan sekarung modal. Salah satu kekeliruan yang paling sering terjadi dan amat disayangkan adalah pendapat bahwa keberhasilan hanya bisa diperoleh berkat bantuan orang-orang jenius, keajaiban,atau hal-hal lain yang tidak ada pada diri kita sendiri.
Untunglah “angin” yang kurang menyejukkan ini perlahan namun pasti mulai dapat digantikan oleh “angin sikap” yang lebih dipercaya kesejukannya. Dengan positif, manusia dapat menggali potensinya secara lebih mendalam dan luas. Kita semua tanpa terkecuali, mampu meraih kesuksesan dengan apa yang kita miliki sendiri. keberhasilan kita dibidang apapun ditentukan oleh sikap kita sendiri.
Jelas, ada perbedaan antara orang sukses dan orang yang tidak sukses. Orang yang mencapai kesuksesan dalam hidupnya, senantiasa mengisi pikiran mereka dengan hal-hal yang baik, dan memiliki sikap optimis yang tinggi. Sementara kegagalan yang pernah mereka alami disimpan dibelakang digantikan oleh pengalaman-pengalaman terbaiknya.
Sementara kehidupan orang-orang yang tidak sukses selalu dibelenggu oleh kegagalan dan rasa takut untuk melangkah. Pikiran negatif membuatnya terikat oleh situasi negatif yang diciptakannya sendiri. Orang dengan pikiran negatif tak ubahnya seperti sedang menyimpan sebutir telur dimulutnya. Takut untuk bergerak kemana-mana karena khawatir telur itu pecah. Duduk tenang juga takut, karena khawatir telurnya akan menetas. Ada pula yang mengikat kakinya yang justru menghentikan langkahnya untuk mencapai sebuah keberhasilan.
Pambudi Nugroho
Tags: Serba - serbi kehidupan


keren…
cuma ceritanya ga mengena banget…
SIP Markusip
FBnya sudah kutanyakan ke Maren Kitatau , Mas Pambudi
Kata Maren Kitik Kitik dia nggak punya FB. Sudah kuberikan pengumuman : Yang punya FB harap tunjuk jari.
Hi salam kenal, just blogwalking doang. main dong ke blog saya
http://blog.unsri.ac.id/kaskus.....list/1234/
http://blog.unsri.ac.id/kaskus.....list/1233/
dijamin KETAGIHAN …!!!! ^_^
salam