
Aku mendengar dalam hidupku yang tak bermimpi
Semua Mahluk mungil di RAWA PADA hutan yang teduh dan damai.
Terdengar jerit yang lara dari RAWA PADA seutas debu yang terseok
kesakitan dan tertindas oleh angin. Hinggap diatas bunga mungil setanggi
merah muda.
Dikedalaman setitik debu itu ternyata tergolek kehidupan lain dari mahluk
teramat kecil. Disana berdiri sebait dunia yang tak nampak dimata Penulis sang
empunya Blog RAWA PADA ini. Dunia yang penuh amarah..ya sebuah
ketidakadilan.
Hanya cinta yang menyatukan Tuhan dan Manusia. Keilahian yang supra
sempurna akan menjadi satu dengan keterbatasan manusiawi , jika cinta
menjadi auranya.
Pambudi Nugroho di awal februari 2009
Tags: Refleksi


Keren banget pak.
aura tulisanmu memanggilku untuk kembali membaca setiap apa yang kau tulis.
tutur kata yang bermakna dalam kesehajaan namun punya kekuatan yang memikat.
Terus menulis!
Deburan angin yang kau rekam menjadikan betapa hebatnya Allah mencipta angin mampu menggoncang gedung,… Angin pun mengajakku untuk selalu bertadabur menmbaca risalah-risalah sahabat…
Terus menulis sahabat dan setiap itu pula aku membaca