Pambudi Nugroho on January 13th, 2010

Disore nan cerah, langit amat biru diselimuti awan. Riuh rendah suara anak-anak kecil bermain mengisi hari di awal tahun baru.

Ketika aku tersenyum menatap anakku yang berumur 3.5 tahun bermain dengan teman sebayanya. Penuh keceriaan dan gairah.

Masih ingatkah kita ketika masih kecil ? waktu itu apapun permainannya, begitu menyenangkan. Meskipun adakalanya permainan itu mengecewakan, bahkan membuat kita menangis tersedu-sedu. Tapi setelah itu, dengan cepat mampu melupakannya, dan kembali “ bergairah” untuk memulai permainan yang lain. Dan mungkin saja, seluruh anak didunia mengalami hal yang sama. Read the rest of this entry »

Tags:

Pambudi Nugroho on December 16th, 2009

Sepulang kerja, saya mampir kegramedia Margonda- Depok, untuk mencari buku tentang perkembangan sastra dan puisi. Niat itu batal, ketika saya melihat sebuah kaset DVD kartun dan membaca synopsis di belakang kaset tersebut. ” Ah…anak-anakku pasti suka film ini”…gumamku seraya menuju kepetugas kasir. Read the rest of this entry »

Tags:

Pambudi Nugroho on December 11th, 2009

4551_1010159633776_1818548169_19880_5063023_s

Pacarku,

Tengok dan tataplah!

Adalah jalan belut diatas lumpur

Adalah jalan ular diatas cadas

Adalah jalan kapal ditengah laut

Adalah jalan cinta pria dengan wanita Read the rest of this entry »

Tags: ,

Pambudi Nugroho on November 28th, 2009

Berjalan bersama waktu Dialam semesta ini ada sumberdaya yang tunggal tak tergantikan, namanya waktu. Dengan konsep waktu itu, maka bagi manusia yang waras, dia disadarkan pada kenyataan bahwa segala sesuatu tidak ada yang abadi, segala sesuatu berubah. Barang menjadi lapuk, umur menjadi tua, pagi digantikan malam dan malam digantikan pagi lagi. Dibawah matahari sesuatu perubahan terus menerus tidak berhenti. Seperti menjaring angin. Read the rest of this entry »

Tags:

Pambudi Nugroho on November 19th, 2009

sebutir telur dimulut

Dengan langkah tertatih-tatih sementara ujung kepala berdenyut dihajar teriknya matahari, lelaki itu memasuki sebuah perkampungan. Dari pakaian seragam yang dikenakannya, posisi bolpen di ujung saku, sekilas saja orang bisa menebak, sales dari sebuah produk. Misi perusahaan yang diembannya membuat ayunan kakinya semakin berat. Dia harus mengamati prospek ditempat yang didatanginya untuk memasarkan sepatu. Read the rest of this entry »

Tags:

Pambudi Nugroho on November 6th, 2009

moonSuatu malam, selagi melangkah dijalanan daerah kumuh, dia mendengar wanita menangis minta tolong. Ia mendekat. Saat inilah ada wanita sekarat jatuh dalam pelukannya, dan peristiwa itu, mengubah jalan hidup seorang wanita, Bunda Theresa. Read the rest of this entry »

Tags: